Prakata I Saya akan Menulis Kembali

        Seseorang pagi ini mengatakan pada saya, "mari menulis buruk" karena dari sanalah kita akhirnya bisa menulis dengan baik. Orang yang sama juga mengatakan pada saya bahwa menulis tidaklah butuh bakat, maksudnya semua orang bisa menulis karena yang dibutuhkan adalah 90% tekad yang kuat maka tulisan itu sendiri dapat tercipta. Jujur pagi ini saya sempat merasa jengkel karena harus datang ke tempat yang saya sendiri tidak menguasai tempat itu apalagi hanya ditemani oleh teman saya yang sama-sama buta arah di tempat ini.

      Pagi tadi saya harus cukup menelan rasa kecewa karena beberapa teman saya membatalkan janjinya. Tapi kemudian semua itu berubah setelah moderator membacakan puisi dengan deklamasi yang mengagumkan dan kemudian saya mendapatkan motivasi-motivasi untuk menulis. Hari ini pada pukul sembilan pagi tepatnya tiga belas jam yang lalu, saya mendapatkan pencerahan untuk menulis kembali. Sempat terpikir untuk berhenti karena terpatok pada mood yang naik turun dan merasa tidak berbakat dalam bidang tulis menulis, lalu kemudian seseorang seolah menamparku dengan kata-katanya "yang dibutuhkan dalam menulis adalah tekad. Yang paling utama bukanlah bakat ataupun mood, tapi tekad". Tahu kah kalian siapa narasumber itu? Dia adalah Bu Helvy Tiana Rose.

     Saya datang ke acara Pra-Event Adha Fest yang diselenggarakan di mesjid Salman-ITB. Jujur sebenarnya atas ajakan teman tanpa tahu siapa narasumbernya, apa materi yang akan dibicarakan, dan seperti apa penyampaiannya nanti. Saya sendiri baru tahu Bu Helvy Tiana Rose ketika CV beliau dibacakan oleh moderator. Saya baru googling setelah tahu nama narasumbernya. Saya mungkin masuk jurusan pendidikan bahasa asing di salah satu universitas di Bandung, tapi saya baru saja memulai hidup di dunia bahasa beberapa bulan. Satu tahun berada di lingkungan bahasa tidak membuat saya tidak serta-merta melek sastra. Tidak, saya benar-benar kurang melek dalam hal sastra. Dalam satu tahun mungkin buku yang habis saya baca paling banyak lima buku non buku pelajaran kuliah, karena itulah yang kini melatarbelakangi ketidak tahuan saya terhadap bu Helvy dan karya sastranya.

    Berawal dari ketidak tahuan, kemudian saya berhenti mencari tahu siapa sosok inspiratif ini saat beliau mulai membuka sesi tanya jawab. Tidak, bukan karena kemudian saya tidak suka terhadap pemaparannya, tidak pula pada jawaban-jawaban yang beliau berikan selama sesi tanya jawab. Saya berhenti meng-googling karena saya rasa sudah cukup saya tahu "Siapa" beliau menurut artikel di internet dan inilah waktunya menikmati apa yang ada dihadapan saya. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan para peserta seminar, ada satu pertanyaan yang benar-benar sesuai dengan keadaan saya saat ini. Desperate terhadap karya saya sendiri. Jika ditanya apakah saya senang menulis? ya saya sangat menikmatinya, bahkan saat ini ketika saya sedang menuliskan kalimat-kalimat ini. Apakah saya orangnya penuh tekad? Terkadang tekad itu muncul dan pergi dengan sendirinya. Saat itu ada yang bertanya--seorang ikhwan--yang menanyakan tentang "bagaimana menyingkapi mood yang kadang ada kadang tidak?" dan pertanyaan itu terjawablah sudah.

    Seperti yang saya katakan di paragraf awal bahwa tekad adalah no 1 dengan presentase 90%, belum lagi dengan mood yang sebenarnya tidak terlalu memengaruhi kinerja tulis-menulis yang jelas harus dilawan saat memunculkan sisi kemalasan. Hal-hal itu jelas sudah memberikan tamparan telak pagi tadi. Membuka sudut pandang saya dan memotivasi. Mulai saat ini saya rasa akan saya coba untuk mulai menuangkan segalanya yang kira-kira dapat bermanfaat dan tidak terlalu pribadi dalam blog ini. Dengan motto belajar menulis, bukannya tidak masalah kalau saya mencoba dari hal-hal kecil yang bisa saya lakukan, misalnya mereviu ulang materi perkuliahan saya di semester 3 nanti. Saya akan mencoba, setidaknya sekali ini, sebelum saya kembali menjadi orang yang tidak tergerak melakukan apapun.

Share:

0 komentar

Silahkan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan santun serta tidak mengandung SARA.

trims,
Sifa