New Seasons and New Journey

Assalamualaikum, Selamat Malam

Akhirnya saya bisa mulai ngeposting lagi disini. Setelah saya lulus SMA hampir satu tahun lalu, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di jurusan bahasa perancis di salah satu universitas di Bandung yang berbasis pendidikan. Setelah dinyatakan lulus universitas tersebut, saya senang bukan kepalang karena saya masuk ke jurusan yang saya idam-idamkan. Saya yang saat itu sedang sakit pun seketika merasa langsung sehat (meski malamnya langsung kumat lagi hehe).

Saya tahu ini hanya sejenis basa-basi yang entahlah, mungkin garing/? tapi, saya hanya ingin berbagi dengan pembaca yang mungkin kebetulan lewat.  <Oke Skip>

Jujur, semuanya ini tidak mudah. setelah hampir satu tahun saya menapaki jenjang perkuliahan saya masih belum bisa beradaptasi dengan baik. Suasana yang terlalu berbeda membuatku merasa berada di dunia yang berbeda. Mungkin karena sudah terlalu lama tidak berinteraksi dengan orang-orang di luar rumahku, mungkin karena masih merasa asing dengan dunia yang baru. Terkadang terasa hampa, ambisi yang dulu sangat membara kini perlahan hilang dengan sendirinya. Apakah ini karena jarak rumah dan kampus yang terlalu jauh? Mungkin bisa jadi. Perjalanan yang saya tempuh saat pulang kuliah bisa menghabiskan tiga jam paling maksimal. Dan mari kita berhitung, jika saya pulang pukul lima dari kampus maka perkiraan plus macet karena lalu lintas kota dan kabupaten yang terkadang bikin keblinger hingga tiga jam, maka saya akan sampai di rumah pada pukul delapan malam. Iya pukul delapan malam, dimana keadaan di daerah kabupaten sudah sepi dan gelap.

Mungkin pembaca akan bertanya "kenapa gak ngekos?" pertanyaan yang simpel tapi nyelekit. Jujur, terkadang ada sepercik rasa ingin mencoba dunia per-kos-an, tapi mengingat uang spp kuliah yang bagi saya cukup memusingkan dan juga biaya hidup yang akan melebihi ongkos pulang-pergi menjadikan saya berpikir beberapa kali.

Hidup ini memang tidak mudah, segala sesuatu yang saya idamkan memang terjadi. Saya masih bisa kerja paruh waktu, saya mendapatkan jurusan yang saya inginkan, saya juga senang saat belajar bahasa prancis. Tapi saya juga tidak akan munafik mengatakan semuanya mudah bagi saya. Fakta bahwa saya mengalami masalah dalam komunikasi bisa memukul telak keadaan yang disebut "mending" selama ini. Interaksi bersama para senior pun akhirnya sulit. Saya yang seorang perempuan ini terkadang masih bisa disebut sangat irit ngomong. Rasanya tidak semudah dan sesimpel saat SMA.

Saat SMA saya bisa dibilang mengalami kemajuan pesat dalam hidup. Mendapatkan kehidupan sosial yang baik, memiliki teman yang cukup banyak dan dapat saling mengerti, mendapatkan ambisi, keberanian, dan kepercayaan diri yang bisa dibilang lebih baik dari keadaan saat ini. Kini saya merenung dalam diam. Hidup ini rasanya sangat tidak berguna, semuanya terlihat sudah selesai. Beberapa bulan yang lalu saya bahkan merasa hidup ini benar-benar tanpa arah, yang saya lakukan hanyalah menjadi kupu-kupu di siang hari (kuliah-pulang-kuliah-pulang) dan diselingi oleh pekerjaan paruh waktu dua kali satu minggu sebagai pengajar.

Sampai hari ini saya tergerak akan sesuatu, seseorang mengatakan "Jika kita ingin berkembang, maka carilah tantangan" dan itu seolah menyadarkan saya pada sesuatu. Selama ini saya sudah berubah menjadi pengecut yang bisanya berlindung dibalik tempurung. Saya sadar, keberanian saya untuk menyanggah, bertanya, dan meluruskan yang belok kini hampir tak berbekas. Kemana kemampuan itu pergi? kenapa harus terkubur dan akhirnya sekarat? apakah masih tersisa secercah harapan bagi saya untuk memulai semuanya ini kembali seperti dulu? Ya, saya yakin saya bisa. Saya akan berusaha untuk bangkit kembali membangunkan sang raja rimba yang dulu dapat menguasai rimba tanpa kenal takut dan pantang mundur. 


Share:

0 komentar

Silahkan berkomentar dengan menggunakan bahasa yang sopan dan santun serta tidak mengandung SARA.

trims,
Sifa